candu

sering kali aku melihat handphone, berharap kamu mengirim pesan, atau menelpon. setiap kali aku melihat ke tangga, aku ingin kamu sedang berjalan kesini, ke arah aku. iya, memang aku pura-pura tak peduli, namun sesungguhnya aku sedang menikmati waktu demi waktu ini. terakhir…kamu tidak memberikan kenangan apapun. candu yang bisa aku reguk dalam keterbatasan sikapmu. aku punya alasan untuk melepas kamu, itu karena kamu mengabaikan aku. dan aku benci diabaikan, meski teramat mencintai kamu. aku menyerah sayang. janji, aku tidak akan mengganggu hidupmu lagi. kemungkinan itu hanya pikirku, kamu tidak setuju. padahal untuk menjadikannya mungkin, aku butuh bantuanmu. yah, kamu bisa tenang sayang. aku berhenti berdoa bahwa kamu akan balik mencintaiku. nikmati hidupmu yah

–imajinasi malam sabtu—

~ oleh cintajoan di/pada September 26, 2008.

Satu Tanggapan to “candu”

  1. saya baru sekali sampe kesini nih… baca baca beberapa posting sebelumnya, kalau ga salah apa habis ada yang pergi? yang biasa jadi candu sejati?

    hm… bahkan pecandu pun akhirnya punya masa rehabilitasi ;)

    eh buset sok taunya haha maap.. suka aja baca dari yang sebelum sebelumnya… ;)

Tinggalkan Balasan