rectoverso
(bagi saya) karya-karya dewi lestari tidak mengagumkan, imajinatif-fantastis, namun selalu begitu personal dan hangat.
kisah yang sederhana, deep, dan inspiratif.
begitu juga dalam kumpulan 11 cerita dalam rectoverso. jujur saja, saya kesulitan untuk menikmati buku dan lagu sekaligus. maklum..saya ini suka mencerna dan memaknai kata. konsentrasi jadi terpecah.
pilihan kata dan tata bahasa dee selalu menarik untuk disimak. tidak terlalu berima, romantis, atau getir sekalian. hanya barisan kata yang terangkai dalam sebuah romansa. hanyut.
dan kisah favorit saya adalah Hanya Isyarat. kisah tentang punggung ayam dan punggung lelaki itu.
sementara lirik favoritkua ada pada lagu Curhan Buat Sahabat. masing-masing bisa dikuotes
“Untuk diam, duduk ditempatku
menanti seseorang yang biasa saja
segelas air ditangan, kala kuterbaring…sakit
menentang malam, tanpa bimbang lagi
demi satu dewi yang lelah bermimpi
dan berbisik “selamat tidur, tak perlu bermimpi bersamaku”
wahai Tuhan, jangan bilang itu terlalu tinggi
—curhat buat sahabat—
dan satu baris kalimat yang teramat sederhana
“Ia hanya mengetahui apa yang ia sanggup miliki. saya adalah orang yang paling bersedih, karena saya mengetahui apa yang tidak sanggup saya miliki” —Hanya Isyarat—

Tinggalkan Balasan